LATAR BELAKANG
Sekilas mengenai RECYCLE ART
Berawal pada isu pemanasan global yang menjadi berita di media elektronik & media cetak , saya melihat disekitar lingkungan rumah banyak limbah rumah tangga seperti kulit telur, kaleng bekas, kardus, styrofoam dsb.
Dari Limbah2 tersebut saya mendapatkan ide/motivasi untuk berpartisipasi dalam memelihara lingkungan yang diaplikasikan pada seni kerajinan, kita harus memahami bahwasanya untuk memulai hal2 yang besar kita harus memulai dari hal yang terkecil yaitu dilingkungan rumah. Saya adalah seorang karyawan di Sebuah Perusahaan Swasta di bidang Kontraktor Mekanikal & Elektrikal dengan tugas/jabatan sebagai Chief Estimator, bekerja dari pk.09.00-17.00. Sore . untuk kegiatan Seni daur ulang saya lakukan pada malam hari /setelah pulang kerja pk.20.00 s/d 00.00, khusus untuk malam minggu kegiatan sampai pukul 03.00 pagi.
Dalam organisasi kemasyarakatan saya adalah ketua Rukun Tetangga (RT006/RW03 ) Kel.Gedong Jakarta Timur sejak tahun 2004 sampai dengan sekarang.
Informasi yang saya dapat tentunya saya sampaikan kepada warga, termasuk isu pemanasan global, salah satu kegiatan adalah pembuatan biopori sebagai resapan dilingkungan. Seni merupakan bagian dari kegiatan yang saya sukai,dengan menggunakan limbah merupakan penghematan untuk pembelian bahan baku kerajinan/handycraft (Cost Reduce) dan nilai tambah yang didapat adalah dapat menggunakan kembali limbah dalam bentuk lain ( Re Use & Recycle ), Mengurangi Volume Limbah (Reduce).
Proses awal daur ulang saya mulai dari kulit telur untuk material lukisan, kaligrafi, dsb hingga salah satu stasiun Televisi Swasta / DAAI TV (Juli 2009) menghubungi saya untuk liputan acara “Mata Hati”, selanjutnya saya mencoba pada media/bahan baku kardus yang saya buat untuk lampu hias, bingkai lukisan, dan handicraft lainnya, dan ternyata menarik perhatian Stasiun TV Swasta TRANS TV (Agustus 2009)sebagai materi liputan untuk acara “Jelang Siang”. Pada tahun 2009 bulan November, saya dihubungi Ditjen IKM Departemen Perindustrian untuk ikut serta pada pameran “Crafina” di Jakarta Convention Center untuk mengisi stand Daur Ulang. Hasil evalusai seusai Pameran adalah respon dari masyarakat Indonesia terhadap produk yang berbahan baku limbah masih kurang/rendah.
Apresiasi justru datang dari orang asing / turis, 90% pengunjung yang melihat & membeli di stand saya adalah orang asing, (India, Arab, China, AS).
Dari beberapa media cetak yang meliput di JCC seperti Tabloid Peluang Usaha, Genie datang ke workshop untuk melihat proses pembuatan beberapa produk daur ulang untuk materi liputan. Tahun 2010 bulan Maret saya mengikuti ECO Product International Fair 2010 tanggal 4 – 7 Maret Di JCC yang di selenggarakan oleh APO ( Asian Productivity Organization) dimana stand kami bergabung dengan Stand2 dari Malasyia, Thailand, Singapura,Jepang,
China,Vietnam dan Filipina. Tanggal 8-14 pada bulan yang sama saya mengikuti Pameran Ekonomi Daur Ulang di Bidakara yang diselenggarakan yayasan Rainasandra yang bekerjasama dengan Asuransi Jasindo & BNI 46. Pada Bulan Juni 2010 tanggal 23-27 saya Mengikuti Pameran Pekan Produk Kreatif Indonesia 2010 di JCC yang diselenggarakan oleh Menko Kesra serta 12 Kementrian Negara yang Diresmikan Oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Boediono.
Pada saat ini saya sedang membuat kerajinan/handycraft dengan bahan baku dari kaleng softdrink, Styrofoam, pelepah pisang & manggar kelapa.
Masih berhubungan dengan media , pada tanggal 4 juli 2010 saya diwawancarai oleh wartawan kompas liputan / foto diterbitkan pada tanggal 7 Juli 2010 di rubrik Bisnis & Keuangan, juga Majalah Housing Estate, Index Furnish, Liputan 6 SCTV,Trans TV yang masih harus di konfirmasi lagi untuk liputannya karena keterbatasan waktu saya yang saat ini masih bekerja sebagai karyawan.
Demikian sekilas kegiatan saya di daur ulang semoga bermanfaat dan dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Recycle Art :
Visi : From Zero to Hero, how to change a nothing to be a something
Misi : Berperan Aktif memelihara lingkungan dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku untuk seni kerajian / handicraft,
Jakarta, 7 Juli 2010
D.Budi Prasetyo
Paragraph.